Wednesday, March 31, 2010

SALAHKAH SIKAP KERAS DALAM DAKWAH?

Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya.

Fenomena ini tampak ketika salah seorang Ahlus Sunnah berdakwah kepada sunnah dan membela Ahlus Sunnah sekaligus membantah bid’ah dan ahlul bid’ah dengan tegas. Maka muncul berbagai macam protes dari berbagai kelompok dakwah yang ada. Mereka menganggap bahwa sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah tidak mencerminkan akhlak mulia karena mengandung kezaliman terhadap pihak lain dan menyebabkan umat lari dari seruan dakwah.

Anggapan mereka ini timbul dari prinsip dakwah mereka yang bathil berupa semboyan yang mengajak kepada persatuan kaum Muslimin walaupun di atas kebathilan. Setiap hal yang berakibat memecah-belah kaum Muslimin harus dijauhkan dari dakwah. Fakta ini sering memunculkan di tengah-tengah dakwah mereka sikap basa-basi, tidak terus terang dan lemah lembut yang bukan pada tempatnya. Justru keberadaan dakwah mereka beserta segala sikap yang menyimpang itu menambah kekaburan bagi kaum Muslimin dalam menilai Al Haq. Sehingga banyak kaum Muslimin tak dapat membezakan antara yang haq dan yang bathil serta tak sedikit pula di antara mereka yang menyangka bahwa yang haq itu adalah bathil dan yang bathil itu adalah haq.

Lalu bagaimana sebenarnya Islam berbicara tentang sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah? Untuk menjawab pertanyaan ini marilah kita lihat nash-nash Al Qur’an dan As Sunnah serta beberapa penjelasan para ulama dalam masalah ini.

Nash Al Quran Dan As Sunnah Serta Penjelasan Para Ulama Tentang Sikap Keras Ketika Pengharaman Allah Dilanggar Dan Ketika Hukum Had Ditegakkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir ….” (QS. An Nur: 2)

Imam Bukhari dalam menafsirkan firman Allah yang berbunyi: “ … janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah.” Mengatakan: “Maksudnya adalah janganlah mencegah kalian untuk menegakkan hukum-hukum had karena belas kasihan kepada orang yang akan dihukum dan janganlah kalian memperingan pukulan agar tidak menyakitkan. Pendapat ini adalah pendapat sekelompok Ahli Tafsir” (Tafsir Al Qurthubi jilid 6 halaman 111, cetakan Darul Kutub IImiyah)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam menafsirkan ayat di atas berkata: “Secara umum Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang segala perkara (baca: belas kasihan) yang diperintahkan oleh setan ketika memberikan siksa (pada setiap pelanggaran, pent.).

Demikian pula terlebih khusus pada perbuatan-perbuatan keji. Karena hal itu dibangun atas dasar cinta, syahwat atau kasih sayang yang dihiasi oleh syaitan dengan rasa kecenderungan hati dan kasihan kepada para pelaku kekejian. Akhirnya, kebanyakan manusia disebabkan oleh penyakit ini masuk ke dalam sikap kurang cemburu dan kurang semangat (dalam menegakkan hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan, pent.). Mereka beranggapan bahwa sikap ini termasuk sikap kasih sayang, lemah lembut, dan akhlak mulia terhadap makhluk. Padahal yang demikian adalah sikap yang menunjukkan kurang rasa cemburu, kerendahan, tidak agamis, dan keimanan yang lemah.

Membantu mereka atas sikap yang demikian berarti saling tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan serta meninggalkan sikap untuk saling mencegah dari kekejian dan kemungkaran.” (Daqaiqut Tafsir karya Ibnu Taimiyah 3/385)

Dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, beliau berkata: “Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika diberi dua pilihan melainkan beliau memilih yang paling mudah dari keduanya selama tidak mengandung dosa. Apabila mengandung dosa, maka beliau menjauhkan diri dari keduanya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena hal yang dilakukan terhadapnya kecuali jika pengharaman Allah dilanggar maka beliau marah karena Allah.” (HR. Bukhari)

Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani menjelaskan dalam mengomentari hadits ini: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk memberi maaf kecuali terhadap haq-haq Allah (yang tidak ditunaikan).” (Fathul Bari karya Ibnu Hajar 5/576)

Imam Ar Razi rahimahullah berkata: “Sikap lemah lembut dan kasih sayang hanya diperbolehkan apabila tidak menyebabkan pengabaian terhadap salah satu haq Allah. Jika sikap itu membawa kepada kondisi yang demikian maka tidak diperbolehkan.” (At Tafsirul Kabir 9/64 dan Gharaibul Qur’an wa Gharaibul Furqan karya An Naisaburi 4/ 107)

Pada sebuah riwayat yang shahihah dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha diceritakan bahwa orang-orang Quraisy merasa belas kasihan terhadap seorang wanita dari Bani Makhzum yang telah mencuri. Mereka berkata: “Tak ada seorang pun yang berani membicarakan tentang pembelaan (terhadap wanita tersebut) kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melainkan Usamah bin Zaid, kekasih Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Apakah engkau (Usamah) memberi pembelaan bagi pelanggaran terhadap salah satu dari batas-batas Allah?!” Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah lalu bersabda: “Wahai sekalian manusia, tidaklah orang-orang sebelum kalian sesat melainkan karena apabila seorang yang mulia mencuri, mereka membiarkannya. Sedangkan apabila seorang yang lemah mencuri, mereka tegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, kalaulah seandainya Fatimah binti Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencuri, aku akan memotong tangannya.” (HR. Bukhari dalam Kitabul Hudud bab Karahiyah Syafaah Fil Hadd Idza Rufi’a Ilas Sulthan hadits nomor 6778, 12/87)

Nash Al Qur’an Dan As Sunnah Serta Penjelasan Para Ulama Tentang Sikap Keras Ketika Muncul Sikap Penentangan Dan Peremehan Terhadap Dakwah Al Qur’an telah menceritakan tentang sikap keras para Nabi terhadap kaum mereka yang menentang dakwah dan terus-menerus dalam kebodohan.

Sebagai contoh kita mendapatkan dalam Al Qur’an ucapan Nabi Nuh ‘Alaihis Salam kepada kaumnya yang menentang dakwahnya. Allah berfirman menceritakan ucapan Nabi Nuh ‘Alaihis Salam (yang artinya): “ … akan tetapi aku memandang kalian sebagai kaum yang bodoh.” (QS. Hud: 29)

Demikian pula Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam berkata kepada kaumnya sebagaimana yang diceritakan dalam Al Qur’an (yang artinya): Ibrahim berkata: “Maka mengapakah kalian menyembah selain Allah yaitu sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kalian. Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian tidak berakal.” (QS. Al Anbiya’: 66-67)

Juga ucapan Nabi Luth ‘Alaihis Salam kepada kaumnya (yang artinya): “Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki diantara manusia, kalian tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Rabb kalian untuk kalian bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: I65-166)

Dr. Fadll Ilahi setelah membawakan beberapa ayat di atas menyatakan: “Pada ayat-ayat di atas terdapat teguran keras yang ditujukan kepada kaum –kaun para Nabi. Para Nabi bersikap demikian tatkala mereka mendapatkan penentangan, peremehan dan pelecehan terhadap dakwah diri kaum mereka. Wallahu Ta’ala A’lamu Bish Shawab.” (Al Lin wa Ar Rifq, karya DR. Fadll Ilahi halaman 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya yang mulia, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, untuk mendebat ahlul kitab dengan cara yang terbaik kecuali terhadap orang-orang yang berlaku zhalim diantara mereka. Allah berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kalian berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang terbaik kecuali dengan orang-orang zhalim diantara mereka ….” (QS. Al Ankabut: 46)

Dalam ayat lain Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menggunakan sikap keras dan tegas ketika berhujjah dengan kaum munafik. Allah berfirman (yang artinya): “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At Taubah: 73)

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu dalam menafsirkan ayat di atas berkata: “Allah memerintahkannya (yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) untuk berjihad (melawan) orang-orang kafir dengan pedang sedangkan orang-orang munafiq dengan lisan dan menghilangkan sikap lemah lembut terhadap mereka.” (Tafsir Ath Thabari 14/358-359 dan Tafsir Al Baghawi 5/311)

Perintah ini telah dilaksanakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berdakwah dengan mengancam kaum munafiq yang berpaling dari shalat jamaah di masjid. Beliau bersabda (yang artinya): “Tak ada shalat yang lebih berat bagi kaum munafiq (selain) dari shalat fajar dan shalat Isya’. Kalau seandainya mereka mengetahui keutamaan pada keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan memerintahkan seorang muadzin (untuk beradzan) kemudian iqamah. Selanjutnya aku perintahkan seseorang mengimami manusia. Setelah itu aku nyalakan api dan aku bakar orang-orang yang tidak keluar untuk shalat.” (HR. Bukhari)

Al Hafizh lbnu Hajar berkata: “Dalam huraian hadits ini terungkap bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang kaum munafiq dari meninggalkan shalat jamaah dengan ucapan. Sampai akhirnya mereka berhak mendapatkan ancaman dengan suatu hukuman yang akan beliau perbuat (kepada mereka). Hal ini juga telah dijelaskan oleh Bukhari dalam Kitabul Asykhash dan Kitabul Ahkam, keduanya dalam bab tentang mengeluarkan ahli maksiat dan keraguan dari rumah-rumah mereka setelah diketahui.” (Fathul Bari 2/130)

Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendoakan kejelekan terhadap orang yang tidak mau menjalani perintah beliau karena sombong. Dari Salamah bin Al Akwa’ radliyallahu ‘anhu, bahwasanya seseorang makan di sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan tangan kirinya. Maka beliau bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu!” “Aku tidak bisa”, jawab orang tersebut. Selanjutnya Nabi bersabda: “Engkau tidak akan pernah bisa.” Tidak ada yang mencegahnya kecuali karena sombong. Dia (perawi) berkata: “Maka dia tidak mampu mengangkat tangannya sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim 2021, 3/1599)

Nash As Sunnah Dan Beberapa Penjelasan Para Ulama Tentang Sikap Keras terhadap Penyelisihan Syari’at Yang Dilakukan Oleh Orang-Orang Yang Tidak Pantas Hal Hal itu Terjadi pada Dirinya

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Mas’ud Al Anshari radliyallahu ‘anhu, dia berkata: “Seorang laki-laki berkata (kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam): “Wahai Rasulullah, hampir saja aku tidak mengerti shalat kami yang diimami oleh si fulan karena sangat panjang.” Maka aku (perawi) tidak pernah melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam marah dalam menasehati yang lebih keras daripada hari itu. Beliau bersabda : “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian telah membuat orang lari. Maka barangsiapa shalat mengimami manusia hendaklah dia memperingan (shalatnya) karena diantara mereka ada orang yang sakit, lemah, dan orang yang memiliki kebutuhan.” (HR. Bukhari)

Al ’Allamah Al ’Ainy berkata dalam mengomentari hadits di atas: “Pada hadits ini terdapat makna yang menunjukkan tentang bolehnya marah karena perkara-perkara agama yang diingkari.” (‘Umdatul Qari’ 2/107)

Pada riwayat Imam Bukhari yang lain dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah melihat seseorang yang menggiring seekor unta yang akan disembelih di Mekah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Naiki unta itu!” Orang tersebut menjawab: “Sesungguhnya ini adalah unta yang akan disembelih di Mekah.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Celaka kamu, naiki unta itu!” (Beliau menyatakan hal ini) pada kali yang ketiga atau kedua. DR. Fadll Ilahi berkata: “Perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepadanya ‘Celaka kamu’ adalah pendidikan agar dia kembali kepada (perintah) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Karena dia mengetahui dengan jelas bahwa tidak boleh seorang Mukmin bersikap ragu dan menahan diri dari melaksanakan perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Al-Qurthubi. (Al Lin wa Ar Rifq halaman 52)

Imam Ad Darimi telah meriwayatkan dari Jabir radliyallahu ‘anhu bahwasanya Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan membawa satu naskah dari Taurat seraya berkata: “Ya Rasulullah, ini adalah satu naskah dari Taurat.” Kemudian beliau diam. Setelah itu beliau mulai membacanya. Wajah Rasulullah pun berubah. Maka Abu Bakr radliyallahu ‘anhu berkata: “Celaka engkau, apakah engkau tidak melihat wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam? Umar menoleh kepada wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam seraya berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari kemarahan Allah dan Rasul-Nya. Kami ridla Allah sebagai Rab (kami), Islam sebagai agama (kami), dan Muhammad sebagai Nabi (kami).” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau seandainya Musa muncul di hadapan kalian niscaya kalian akan mengikutinya dan meninggalkanku. Sungguh kalian telah sesat dari jalan yang lurus. Kalau seandainya Musa itu hidup dan mendapatkan kenabianku niscaya dia akan mengikutiku.” (Sunan Ad Darimi nomor hadits 44, 1/95)

Imam Bukhari dalam Shahih-nya membuat dua bab yang berkaitan dengan masalah ini. Yang pertama, bab tentang marah dalam memberi nasehat dan pelajaran apabila dia melihat sesuatu yang dibenci. Yang kedua, bab tentang perkara-perkara yang diperbolehkan marah dan bersikap keras karena perintah Allah Ta’ala. Kemudian Imam Bukhari membawakan beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam marah dan bersikap keras ketika melihat sebagian shahabatnya melakukan perkara-perkara yang dibencinya.

Demikianlah beberapa dalil dan hujjah dari Al Qur’an dan As Sunnah serta beberapa perkataan para ulama yang berbicara tentang sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah. Tentunya masih banyak yang lainnya.

Hakekat Sikap Keras Dalam Dakwah Penjelasan-penjelasan yang telah lalu menggambarkan kepada kita bahwa Islam sebenarnya juga mengajarkan untuk bersikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah di samping memerintahkan untuk bersikap lemah lembut pada tempatnya. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini:

1. Sikap keras, tegas, dan lugas dilakukan setelah sikap lemah lembut dan kasih sayang dalam dakwah tidak berhasil merubah orang-orang yang terus-menerus dalam kemungkaran. Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi pernah berkata: “Ketahuilah bahwasanya dakwah ke jalan Allah (dilakukan) dengan dua cara. Pertama dengan cara lemah lembut dan kedua dengan cara kekerasan. Adapun cara yang lemah lembut yaitu berdakwah ke jalan Allah dengan hikmah dan memberikan nasehat yang baik. Apabila engkau berhasil dengan cara ini alangkah baiknya dan inilah yang diinginkan. Namun jika engkau tidak berhasil, gunakanlah cara kekerasan dengan pedang sampai hanya Allah sajalah yang diibadahi dan ditegakkan hukum-hukum-Nya, dilaksanakan perintah-perintah-Nya, serta ditinggalkan larangan-larangan-Nya. Hal inilah yang telah diisyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya (yang artinya): ‘Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….’ (QS. Al Hadid: 25)

Pada ayat ini terdapat isyarat untuk menggunakan pedang setelah tegaknya hujah sehingga apabila kitab-kitab tidak bermanfaat maka batalyon pasukan sangat berguna (dalam merubah kemungkaran). Karena terkadang Allah mencegah suatu (kemungkaran) melalui para penguasa, tidak melalui Al Qur’an (yang dibacakan).” (Tafsir Adlwa’ul Bayan, Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi 2/174-175)

2. Sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah diperlakukan kepada orang yang menentang Al Haq dan menampakkan kefasikan dan kejelekannya secara terang-terangan. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Manusia membutuhkan bujuk rayuan dan sikap lemah lembut tanpa kekerasan saat mereka diajak kepada kebaikan kecuali seorang yang menentang (Al Haq) dan menampakkan kefasikan berserta kejelekannya secara terang-terangan. Maka wajib atasmu mencegahnya (dengan keras) dan mengumumkannya (di hadapan khalayak ramai), karena dahulu dikatakan bahwa tak ada kehormatan bagi seorang yang fasiq. Oleh sebab itu orang yang seperti ini tak ada kehormatan baginya.” (Al Amru bil Ma’ruf Wa An Nahyu ‘Anil Munkar, Al Khallal halaman 47)

Al ‘Allamah Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata tentang makna firman Allah Ta’ala yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An Nahl: 125)
“Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tingkatan-tingkatan dakwah dan menjadikannya tiga bagian sesuai dengan keadaan orang yang didakwahi.

(Pertama), orang yang didakwahi adalah pencari dan pecinta Al Haq. Dia lebih mendahulukan Al Haq daripada yang selainnya bila dia mengetahuinya. Maka orang ini didakwahi dengan hikmah, tidak butuh diperingatkan (dengan ancaman) dan perdebatan.

(Kedua), orang yang didakwahi sibuk dengan selain Al Haq. Akan tetapi kalau dia mengetahuinya, dia akan lebih mendahulukan Al Haq dan mengikutinya. Maka orang ini butuh (didakwahi) dengan peringatan yang memberikan semangat dan peringatan yang memberikan ancaman.

(Ketiga), orang yang didakwahi suka menentang dan melawan (Al Haq). Maka orang ini perlu didebat dengan cara yang terbaik jika dia mau kembali. Kalau tidak, orang ini dibawa kepada kekerasan jika memungkinkan.” (Fathul Majid Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh dengan ta’liq Syaikh bin Baz dan tahqiq Syaikh Asyraf bin Abdil Maqsud halaman 101)

3. Mempertimbangkan mashlahat dan madlarat yang akan timbul akibat sikap keras dan tegas dalam dakwahnya. Jika seorang da’i mempertimbangkan dengan praduga yang kuat dalam hatinya dan tanda-tanda yang ada di sekitarnya, bahwa dengan sikap keras dan tegas dalam dakwahnya akan menimbulkan kemungkaran yang lebih besar daripada kemungkaran yang dia cegah, atau akan luput suatu kebaikan yang lebih penting daripada kebaikan yang dia dakwahkan dengan cara yang keras, maka tidak boleh dia bersikap keras dan tegas dalam dakwahnya yang akan berakibat pada keadaan yang lebih fatal.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang hal ini: “Sesungguhnya (dakwah) amar ma’ruf nahi munkar yang mengandung mashlahat dan menolak kerusakan perlu dilihat akibat yang muncul karenanya. Apabila berakibat hilangnya mashlahat (yang lebih penting) dan timbulnya kerusakan yang lebih besar maka tidaklah diperintahkan untuk berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Bahkan haram bila kerusakan (yang timbul) lebih besar daripada mashlahatnya. Akan tetapi mengukur (besar dan kecil) mashlahat-mashlahat dan kerusakan-kerusakan (hendaklah) dengan timbangan syari’ah.” Selanjutnya beliau berkata: “Termasuk dalam hal ini adalah perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam membiarkan Abdullah bin Ubai dan para tokoh kemunafikan serta kejahatan yang semisalnya, karena mereka memiliki pengikut-pengikut (yang banyak). Menghilangkan kemungkaran (dari mereka) dengan cara menghukum mereka akan melenyapkan kebaikan yang lebih banyak. Sebab kaumnya akan marah dan membela dengan sikap fanatik. Manusia pun akan lari (dari dakwah) bila mereka mendengar bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam membunuh shahabatnya.” (Al Amru bil Ma’ruf wa An Nahyu ‘Anil Munkar, Al Khallal halaman 21)

Masalah ini juga dapat dilihat dalam kitab karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah yang berjudul I’lamul Muwaqqi’in 3/15-16. Demikianlah Islam berbicara tentang sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah.

KESIMPULAN

Dari semua keterangan di atas ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil:

1. Islam mengajarkan untuk bersikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah ketika:a. Timbulnya pelanggaran terhadap pengharaman-pengharaman Allah dan saat ditegakkan hukum-hukum had.b. Timbulnya penentangan dan pelecehan terhadap dakwah.c. Timbulnya penyimpangan dari syari’ah yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak pantas hal itu terjadi pada dirinya. Seperti orang yang paham tentang syari’at kemudian menyelisihinya. Demikian pula orang yang menentang Al Haq padahal telah ditegakkan hujah atasnya dan lain-lain.

2. Sikap keras, tegas, dan lugas dalam dakwah dibenarkan apabila:a. Sikap lemah lembut dan kasih sayang tidak mampu merubah orang yang terus-menerus dalam kemungkaran.b. Dilakukan pada orang yang menentang Al Haq dan menampakkan kefasikan beserta kejelekannya secara terang-terangan.c. Menimbulkan mashlahat yang lebih besar daripada kerusakan.

3. Telah salah orang yang beranggapan bahwa Islam hanya mengajarkan dakwah dengan sikap lemah lembut dan kasih sayang saja.

4. Dakwah dengan sikap keras, tegas, dan lugas jika pada tempatnya bukanlah suatu kezhaliman.

5. Dakwah dengan sikap keras, tegas, dan lugas yang pada tempatnya termasuk dakwah Ilallah yang menggunakan hikmah. Karena Islam mengajarkan untuk berdakwah dengan sikap yang demikian pada tempatnya. Mustahil Islam mengajarkan sesuatu yang tidak mengandung hikmah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kita dengan kebaikan dan pahala yang tidak terkira dan mudah-mudahan kaum Muslimin juga mendapatkan manfaat dengan membacanya. Wallahu A’lamu Bish Shawwab.

Tuesday, March 30, 2010

SAMPAI BILA NAK BERDAKWAH CARA LEMBUT?

Konflik dakwah hari ini berlaku apabila ramai dari kalangan da'ie sendiri tidak tahu apa kaedah yang harus, sunnat dan WAJIB digunakan apabila berhadapan dengan golongan mad'u (sasaran). Kaedah dakwah berbeza dengan berbezanya golongan sasaran serta situasi ketika itu. Kita boleh berlembut (bahkan itulah sebenarnya cara yang paling baik), tapi berlembut sehingga orang dah berani pijak-pijak kepala sendiri, maki hamun macam-macam, itu BANGANG namanya !!

Memandangkan manusia sekarang dah ada banyak jenis, ada yang benar-benar manusia, ada yang nampak macam manusia, tapi perangainya binatang, ada yang macam setan dan paling teruk, ada yang dah jadi setan pun..MAKA apakah satu kaedah yang sama boleh digunakan untuk menghampiri golongan manusia seumpama ini?

Ramai yang mungkin tak setuju dengan pendapat saya. Iyelah..sebab kita dah disogokkan bahawa dakwah paling baik ialah dakwah dengan lembah-lembut dan kata-kata yang cukup manis. Mesti akan ada yang beri hujjah : Sedangkan Nabi MUsa pun, ALLah SWT suruh dakwah dengan kata-kata lunak terhadap Fir'aun.. Nabi Musa tu siapa? Fir'aun tu pulak siapa? Apa hubungan antara Musa dan Fir'aun sebelum Musa dilantik jadi Rasul? Bukankah Fir'aun tu bapak angkat Musa yang memberinya perlindungan, makan minum sejak kecil? Patut ke seorang anak angkat bercakap kurang ajar dengan pak angkat dia sendiri? Cuba kalau Fir'aun tu bukan bapak angkat Musa...

Cara kasar tak sesuai untuk seorang pendakwah..apa maksud kasar ? dan bila boleh kita guna bahasa atau kaedah kasar ni? Zaman Nabi Muhammad dahulu, tak dak ke cara kasar? Apakah Nabi kita berdakwah guna cara lembut sahaja sepanjang hayatnya? Bagaimana dengan kekasaran sahabat rapat baginda, si Umar Al-Khattab RA yang tersohor dengan 'pantang terselih' tu.. Apa-apa je, nak potong leher..silap sikit aje, nak hayunkan pedang..Nabi kita tak marah pun kat Umar! Kenapa? Kerana Nabi tahu bahawa kekerasan juga adalah satu keperluan. Kalau tiada kekerasan, sudah tentu dakwah Nabi tak seberjaya seperti di penghujung hayatnya..

Kata-kata kasar akan terasa kekasarannya apabila kita bercakap di hadapan orang yang hatinya lembut dan biasa bercakap lemah-lembut. Cuba bercakap depan orang samseng..dia takkan terasa pun..kenapa ? Sebab dia sendiri pun dah biasa cakap kasar macam tu.. Sebab itulah saya katakan tadi, nak cakap kasar biarlah kena dengan orangnya..Supaya dia tahu, bahawa bukan dia sorang je boleh berlagak kasar atau samseng..kita pun apa kurangnya..Namun demikian, kalau boleh berlembut dengan orang kasar, itu adalah lebih baik..

Wednesday, March 24, 2010

MASIH MALAS KE SURAU?

Buat sementara waktu ini, penduduk di BWP hanya mempunyai sebuah surau (Surau Al-Hidayah) yang dapat dijadikan sebagai pusat ibadah dan tempat curahan/timbaan ilmu-ilmu agama. Insya'ALlah tidak lama lagi, akan terbina pula sebuah surau di Vila Suria dan pembinaan masjid BWP. (saya tidak pasti yang mana dahulu bakal siap..)

Memang berpatutan benar untuk dibina sebuah masjid, memandangkan penduduk di BWP kini sudah pun menjangkau 600 keluarga (belum termasuk penghuni/pembeli rumah di Seri Pajam yang kini di dalam projek akhir pembinaan). Dan satu perkara yang cukup menarik, boleh dikatakan 99% penghuni BWP adalah MUSLIM!

Pemerhatian yang saya lakukan selama lebih setahun, saya dapati purata kehadiran harian jemaah di Surau Al-Hidayah adalah sekitar 20-30 orang sahaja. Ini bermakna hanya sekitar 5% sahaja penduduk Melayu (yang mengaku Muslim) yang menetap di BWP yang hadir menunaikan kewajipan solat berjemaah di surau kita. Di manakah baki 95% lagi? Di manakah mereka berjemaah solat 5 waktu?

Dalam satu artikel yang saya terjumpa di sebuah masjid di Kota Bharu pada tahun lepas, satu temubual/ kaji selidik dengan beberapa orang penghuni sebuah taman yang seperti BWP ini bertanyakan sebab mereka tidak dapat datang berjemaah di surau. Bermacam-macam alasan rekaan yang cuba diberikan untuk menutupi 'alasan sebenar' mereka ini..

Paling banyak jawapan yang diterima ialah alasan 'sibuk' dan 'tak ada masa'. Pandangan daripada artikel tersebutlah, akhirnya saya keluarkan satu risalah dari Surau (Al-Irsyad-yang telah dihentikan pengedarannya kerana tiada lagi peruntukan dari surau) bagi membidas dan memahamkan golongan ini. Akibatnya, ada yang menuduh saya biadab dan samseng serta 'kurang ilmu' dalam berdakwah. (Memang saya akui bahawa saya ni kurang ilmu. Sesiapa pun tidak ada yang mengaku ilmunya dah lebih..)

Terpelanting dan kecoh!! Mengapa boleh jadi demikian? Iye lah.. ibarat kata pepatah, kalau tidak kerana angin, takkan bendera PAS atas pokok mempelam di hadapan rumah saya (kat kampung-kat BWP belum tumbuh tinggi lagi) tu boleh berkibar dengan gah? Dan kalau bukan kerana angin (ribut kuat) juga, takkanlah bendera BN di atas atap rumah pengerusi JKKK (pun kat kampung saya) boleh tumbang dan menghempap kereta barunya yang dibeli seminggu yang lalu?

Sepatutnya, bila orang dah tulis macam tu, renung-renungkanlah..ini tidak, sibuk nak memaki hamun pulak!! Ada yang beritahu saya bahawa tulisan saya tu KERAS sangat bunyinya..Habis tu? Nak dilembutkan macam biskut mayat terendam dalam air teh o ke? Memanglah uslub dakwah tu perlu dipelbagai-gayakan. Ada masanya kita berlembut dan ada masanya kita berkeras..Cuma masalahnya sekarang, kita dah banyak kali cuba berlembut, tetapi apa hasilnya? Nasihat, ajakan dan pelawaan kita diperlekehkan, diperbodoh-sombongkan dan kadang-kadang terus dibakul-sampahkan sebegitu sahaja..Dan alhamdulillah, rupa-rupanya bila kita tukar gear dakwah kepada gear lebih tinggi, kita gunakan kata-kata dan tulisan beruslubkan inzar (amaran), tup tup berbunyilah juga suara yang selama ini membisu..Bagi saya, ini satu pencapaian yang baik. Ingatkan selama ini, surat-surat edaran saya itu tidak dipedulikan.. Maka tahulah saya bahawa di BWP ini, kalau nak berdakwah, gunalah uslub dakwah yang berbentuk kekerasan..baru ada respon!

Dalam meneruskan usaha menyeru manusia-manusia yang masih tidak sedar-sedar ini (koma dari menjalani kehidupan sebagai hamba ALlah), saya amat berharap agar para ustaz yang berdakwah menggunakan uslub lemah-lembut meneruskan dan mengekalkan uslub tersebut sebagai mengimbangi uslub dakwah yang saya (dan mungkin Al-Fadhil Ust Hj Hishamuddin) lakukan ini.

Ada juga sebahagian penduduk BWP ini yang langsung tak pernah jejak kakinya di surau ini sejak ianya mula digunakan. Setakat tak kenal muka tok imam tu..lagi berlambak benar lah. Agaknya apa yang tersarang di dalam kepala orang-orang seperti ini menyebabkan hatinya begitu menolak untuk melangkah ke surau dan beribadah di dalamnya secara berjemaah? Bapak syaitan kot !!

Tuesday, March 23, 2010

DI MANA BIJAK PANDAI BWP?

Salah satu sebab saya rasa cukup seronok dan bangga tinggal di BWP ialah kerana kedapatan ramai golongan ilmuwan (guru-guru, pensyarah, pakar motivasi, penceramah bebas, pendakwah bebas dan seumpamanya)..termasuklah para alim ulama' yang terdiri daripada ustaz-ustaz (tak kiralah ustaz lepasan institut perguruan mahupun daripada universiti).

Mulanya, sewaktu memasuki rumah baru yang dibeli atas nama isteri, saya fikirkan sudah tentu saya akan dapat banyak manfaat apabila saya berjiran dengan penghuni BWP ini. Apa tidaknya, yang bergelar ustaz sahaja dah ada 15 orang (termasuk di Vila Suria sana tu)..Ada yang bergelar al-Hafiz atau Haamilul Qur'aani. Saya akan cuba sedaya upaya saya untuk menyedut dan menghirup haruman ilmu daripada mereka yang dimuliakan ALlah ini..

Namun demikian, apa yang berlaku tidaklah seperti yang sering diharapkan. Saya bukanlah nak menjatuhkan maruah atau memburukkan nama baik golongan asatizah dan ulama' ini..Meski pun ramai, tetapi malangnya, golongan ini seolah-olah seperti tidak mampu memberikan pulangan yang terbaik kepada masyarakat sekitar. Benar seperti kata Lobai Kampung di dalam blognya, bahawa golongan ini adalah golongan yang sudah cukup selesa dengan gaji lumayan yang diterima (sebagai kakitangan kerajaan) dan tidak mahu lagi terjun di dalam bidang dakwah atau tarbiyyah lantaran kerana sebab-sebab yang tertentu. Lihatlah apa yang terjadi dewasa kini..masyarakat kita kian punah, tak tentu hala dan berkecamuk di sana-sini. Mereka amat mengharapkan bimbingan serta tunjuk-ajar dari para ilmuwan yang tinggal di sekeliling mereka, mereka HAMPA kerana ilmuwan yang ada semuanya adalah HAMPAS!!

Ada di antara ilmuwan dan bijak pandai di BWP ini, cukup terkenal di luar sana. Berceramah di sana, bermotivasi di sini, dijemput dan dibayar dengan harga yang cukup tinggi untuk membentangkan kertas kerja di seminar-seminar, berkuliah maghrib di rata-rata masjid hatta ke luar mukim, TETAPI tak pernah nampak batang hidung pun di surau taman sendiri!!

Ingatlah tuan-tuan, masyarakat taman kita juga dahagakan ilmu daripada tuan-tuan. Apalah salahnya, peruntukkan sedikit masa untuk bersama mereka..walau sekali dalam sebulan..Limpahkanlah ilmu dari dada tuan-tuan sebelum diambil semula oleh ALlah SWT. Memanglah saya akui, taraf surau kita tak sehebat hotel-hotel dan dewan-dewan seminar yang tuan-tuan biasa hadiri..bayaran pun taklah setinggi mana. Cuma, permintaan saya, anggaplah perkongsian ilmu tuan-tuan itu seumpama zakat yang wajib dikeluarkan. Bukankah zakat ilmu ialah dengan mengajarkannya semula kepada orang lain pula?

Thursday, February 25, 2010

MASIH TIDAK TERLAMBAT

Malam semalam, 24 Februari 2010, dengan kekuatan azam yang masih berbaki, saya telah berjaya memulakan kelas tahsin al-qur'an dan kelas iqra'. Saya terpaksa gunakan premis rumah PASTI kerana tiada lagi tempat yang sesuai dan lengkap dengan fasilitinya.

Seramai 8 orang murid dewasa ( berusia antara 50-65 tahun) telah datang buat permulaan kalinya-terdiri daripada 2 lelaki dan 6 perempuan (2 pasangan suami isteri). Tidaklah sesukar mana untuk mengajar dan membimbing mereka..bagi murid perempuan, saya amanahkan kepada ustazah Hanif Shah untuk mengajar mereka asas kepada al-Qur'an, iaitu menggunakan buku Iqra'. Bagi murid lelaki, saya sendiri bertindak sebagai pemudahcara-cuma membetulkan bacaan dan tajwid serta sebutan huruf.

Kelas al-Quran untuk dewasa ini saya adakan pada setiap hari Selasa, Rabu dan Khamis, selepas solat Isya' (lebih kurang jam 9 malam) dan berjalan selama satu jam sahaja. [ Maklum..itulah masanya saya nak betul-betul berehat setelah seharian menghambakan diri kepada anak-anak murid saya di sekolah.] Atas dasar simpati dan kasihan, saya korbankan masa rehat dan penat lelah saya. Saya gagahkan juga diri ini supaya mereka (murid dewasa saya ini) tidak berterusan menjadi buta al-Qur'an. Kadang-kadang saya berbangga kerana di penghujung usia, mereka masih lagi berminat untuk mempelajari ilmu al-Qur'an ini. Alhamdulillah..semoga ALlah SWT memberi taufiqNya kepada kita semua agar terus tidak jemu menuntut ilmu-hatta apabila nyawa sudah berada di halkum sekali pun.

Biarlah di tahap Iqra' sekali pun, kita tetap orang yang dimuliakan ALLah..kerana kita berusaha bersungguh-sungguh untuk mempelajari kitab suciNya. Nabi SAW bersabda yang bermaksud : "Orang yang membaca Qur'an sambil terangkak-rangkak (gagap), akan diberikan 2 pahala; pahala membaca Quran dan pahala kerana kesungguhan untuk mempelajarinya."

Pedulikanlah apa orang nak kata kat kita..Teguhkanlah niat di hati dan berdoalah semoga ALlah mengampuni dosa kita yang lalu-iaitu dosa kecuaian kita mengabaikan ilmu-ilmu ALlah yang wajib kita pelajari.

Kepada rakan-rakan yang sebaya dan tinggal setaman dengan saya, saya dah beri laluan untuk anda datang ke sini-marilah sama-sama kita pelajari ilmu al-Quran ini..sementara saya masih berkelapangan..Jangan menyesal di kemudian hari sudah la..

Wednesday, February 24, 2010

RESEPI MASAKAN ISTIMEWA

Assalamualaikum wm,

Sejak menjengah usia ke jendela 40-an, saya akui bahawa selera makan saya semakin bertambah (selera nak kawin lagi satu pun makin kuat..tapi sayang, isteri merayu tak nak bermadu!). Dalam kepala ni, dok fikir nak makan sedap-sedap sahaja..dan 'makanan sedap' bagi saya tak lain tak bukan ialah nasi ulam. Ada sedikit sambal belacan ke, sambal tempoyak ke, fuuhhh..Lauknya? Cukuplah dengan ikan selayang (NS : sardin) dipanggang tawar atau dijadikan singgam. Ulam pula? Semua jenis ulam saya suka..Tapi paling saya suka ialah pucuk jambu golok (Kelantan : Ketereh/ NS : Gajus). Sedihnya, kat sebelah NS ni, amat sukar nak dapatkan pucuk pokok tersebut. Tak apa lah.. ulam tenggek burung, ulam raja, serai kayu pun boleh jugak.

Kalau ada jantung pisang yang dicelar, bunga kantang, nangka putik dan pucuk daun beka, memang dah kira cukup lengkap dah..Budu? Ha..ha..ha.. itu satu KEFARDHUAN ! Complete meals set!!

Melayari laman blog Puan Mina (http://daridapurmina.blogspot.com/), saya percaya rakan-rakan tidak akan kerugian untuk mencuba resepi masakan baru. Saya dan anak isteri telah banyak mencuba masakan-masakan baru yang Puan Mina kongsi bersama. Silalah layari blog beliau dan cubalah pelbagai resepinya..

Dan jangan lupa, bila dah manfaatkan ilmu orang, ringan-ringankanlah mulut dan hati untuk mendoakan kebaikan kepada pemiliknya.

Tuesday, February 23, 2010

SWAT & MAGNUM UNTUK DIJUAL

Assalamualaikum WM dan Salam 1 Malaysia..

Ramai rakan pengunjung dan rakan sekursus yang bertanyakan saya mengenai kasut/boot yang sering saya pakai ketika mengikuti kursus aktiviti lasak, perkhemahan tahunan, pertandingan menembak dan ketika mengikuti program mendaki gunung dan seumpamanya..Kadang-kadang tu, rasa macam dah tak larat nak menjawab.

Semalam, seorang kakitangan hospital Kuala Pilah menghubungi saya bertanyakan pasal kasut tersebut.

Untuk makluman rakan-rakan semua, kasut yang biasa saya pakai itu ialah kasut yang biasa digunakan oleh pasukan polis SWAT (Special Weapon and Tactical) di US. Saya berjaya membelinya pada awal 2009 yang lalu setelah 3 bulan memotong duit gaji. Alhamdulillah..akhirnya kasut yang saya idam-idamkan akhirnya tersemat juga di kaki ini.

Harganya dalam sekitar RM360. Itu harga tahun lepas. Harga sekarang, semasa saya surf internet pagi tadi, telah naik kepada RM390.

Jika ada yang berminat nak beli kasut SWAT seperti yang saya pakai sekarang ni, bolehlah order melalui saya tetapi saya kenakan caj RM10 sebagai upah mengambilnya di pejabat Courier. Masa menunggu ialah antara 3-6 hari sahaja.

Saiz boot SWAT ini tidak sama dengan saiz kasut biasa yang kita beli di kedai-kedai kasut di Malaysia. Saiznya kecil satu mata. Maksud saya, kalau kita biasanya pakai kasut saiz 7, saiz boot SWAT yang sesuai dengan kaki kita ialah saiz 6.

Satu lagi kasut yang saya jual ialah kasut boot Magnum. Bentuknya sama seperti boot SWAT, tetapi patternya tidaklah seberapa kemas macam boot SWAT. Walaupun saya juga ada kasut Magnum, saya lebih sukakan SWAT kerana keselesaannya sama seperti kita pakai kasut sport. Harganya cuma RM220 sahaja..
Kalau ada yang berminat, kumpul-kumpullah duit hingga cukup, barulah call saya. Ansuran atau hutang, saya tak layan..sebab saya dah terkena satu kali. Setakat ini, saya dah berjaya jual hampir 16 pasang kasut SWAT dan 9 pasang kasut Magnum.

Biasanya, yang datang beli dari saya ialah pegwai tentera, polis, pegawai RELA, pengawal keselamatan bahkan ada orang perseorangan yang kerja di jabatan kerajaan.

Semalam saya dapatkan order dari seorang staff di klinik Kuala Pilah. Beliau gemar kepada aktiviti luar dan sangat berhajat nak dapatkan kasut SWAT tersebut. Insya'ALlah, dalam masa 4 hari lagi, gerenti beliau akan berbangga di hadapan rakan-rakannya.

Ramai juga yang menyembunyikan pembelian kasut ini daripada isteri masing-masing. 'Nak mampus..kalau isteri aku tahu, tak pasal-pasal digulai buat lauk kasut kesayangan aku tu'...Tiba aje waktu malam, kasut tu aku letak dalam kotak dan disimpan bawah katil..

Nasihat saya, jangan jadikan saya sebagai punca perbalahan anda suami-isteri. Saya tak paksa pun beli kasut ni..!!

Sekian, wassalam !

Monday, February 22, 2010

BEBAN AMANAH TERPIKUL LAGI..

Dalam mesyuarat Agung Surau Al-Hidayah pada 18 Februari 2010 baru-baru ini, Ust Hj. Shafie selaku pengerusi surau, telah menyatakan pendirian beliau mengenai surat peletakan jawatan saya sebagai imam, yang berkuatkuasa 1 Muharram baru-baru ini. Beliau dengan jelas menyatakan ketidaksetujuannya dan tidak dapat menerima surat peletakan jawatan tersebut. Beliau juga meminta daripada saya agar tidak terlalu cepat mengalah dan jangan mempedulikan suara-suara sumbang atau 'suara-suara dari dalam tandas' (ini tambahan saya sendiri-maksudnya : suara-suara yang keluar dari hati yang busuk).

Selama ini pun, saya kerap menjadi imam di surau..tidak semestinya bila saya letak jawatan, saya tidak lagi boleh jadi imam. Melainkan apabila ada imam-imam lain, saya akan mengalah dan membiarkan imam yang dilantik supaya mengimamkan solat jemaah. Persoalan menjadi imam ini, bukanlah persoalan 'gila kuasa'. (bukannya dapat elaun pun apabila jadi imam kat surau ni..)tapi, kalau dah tak ada orang lain, apa salahnya saya volunteerkan diri? Sekadar melaksanakan tuntutan Kifayah sahaja..

Saya sebenarnya agak berat hati untuk menerima kembali jawatan imam di surau kita ini. Bukan kerana terasa hati dengan isu-isu lama atau ada nak marah kepada sesiapa.. Ianya lebih kepada soal masa yang kini semakin suntuk untuk saya nak fokuskan kepada perjalanan aktiviti surau. Saya bimbangkan sekiranya saya tidak lagi berkemampuan untuk menjalankan tugas..soal amanah ALlah bukan boleh kita main-main. Manusia kutuk sekali sahaja pun, kita dah susah hati..apatah lagi kalau ALlah yang kutuk!

Saya perhatikan ada dua orang calon yang amat sesuai untuk kita ketengahkan mereka ini sebagai imam tetap surau..kedua-duanya dari Puteri Dahlia. Eloklah tu..sebab selama ini, Dahlia belum ada wakilnya sebagai imam. Nanti saya akan rekomenkan nama mereka berdua ini kepada tuan pengerusi untuk pertimbangan beliau.

Kepada rakan-rakan yang masih memegang jawatan di surau, nasihat saya, jalankanlah amanah anda dengan sebaik yang boleh. Ingatlah, bukan ALlah sahaja yang sedang memerhati, bahkan para jemaah yang hadir turut sama memerhati dan menilai kualiti kerja anda!

Selamat menyambut Hari Maulidur Rasul SAW..( makluman aktiviti program Maulid belum diedarkan lagi..bila lagi SU nak jalankan tugas tu? )

Tuesday, February 9, 2010

KELAS AL-QURAN

Gembira sungguh hati saya apabila selepas solat Asar hari Ahad baru-baru ini, Ust Hj. Shafie memaklumkan bahawa beliau akan hadir untuk kelas tajwidnya. Memang dah amat lama ustaz tak dapat datang meneruskan kuliahnya di surau kita. Saya tahu, ustaz sangat sibuk..

Di dalam kuliah beliau pada malam tu, ustaz menyentuh tentang konsep belajar Al-Qur'an, kelebihan orang yang belajar, keistimewaan orang menjadikan bacaan Al-Qur'an sebagai rutin harian, kelebihan guru Qur'an dan lain-lain lagi.

Tidak lupa juga, ustaz Shafie me'warning'kan sesiapa yang tak mahu belajar (ilmu Al-Qur'an atau apa-apa ilmu agama yang lain), lebih baik MATI daripada berterusan jadi manusia TAK GUNA!

Mengenai hasrat saya untuk mewujudkan kelas Al-Qur'an dari rumah ke rumah, jelas terpancar pada riak mukanya yang bersih itu, ustaz seolah macam tidak bersetuju dengan saya..Tindakan saya itu, katanya lagi seperti saya sengaja merendahkan martabat ilmu dan guru-guru agama. Itu terjemahan saya secara tak langsung daripada otak yang semakin serabut ni..

Betul apa yang ustaz Shafie kata tu..Ilmu dicari, bukannya mencari..Si jahil sepatutnya pergi mencari si alim, bukan si alim yang mencari muridnya yang jahil..zaman sekarang dah terbalik ke? Saya tak terasa hati pun dengan kata-kata ustaz pada malam tu..Benda yang betul ! Walau kena batang hidung sendiri pun, apa boleh kita buat? Terima sahaja lah dengan ucapan berbanyak terima kasih..dan syukur kerana masih ada yang sudi mengingatkan..

Sebenarnya, saya kasihankan rakan-rakan jemaah, lebih-lebih lagi mereka yang tak dapat lagi menguasai bacaan Qur'an dengan baik. Dahulu, ustaz Hj. Zawawi dah wujudkan kelas mengaji ni di surau kita. Tp ntah kenapa..kelas tersebut dah out. Mungkin sebab ustaz Zawawi sekarang sibuk dengan pengajian phdnya..

Sekarang, ustaz Zawawi dah mula sibuk..masa beliau free dahulu, kita buat jual mahal. Nak datang, datang, taknak datang pun tak apa lah..Tengok? Siapa yang rugi sekarang?

Kini datang pula peluang ke-2. Saya harap rakan-rakan jemaah tidak lagi bersikap seperti dahulu. Saya sengaja letakkan 'harga' perkhidmatan saya sebanyak RM20 ( tu pun masih murah lagi!) kerana saya mahu peserta kelas saya berfikir dua kali. Kalau tak pergi, nanti rugi sebab duit dah bayar !! RM20 itu bukanlah harga ilmu Al-Quran..Harap janganlah disalah tafsirkan..

Insya'ALlah..lama-kelamaan, bila dah pandai baca Qur'an sendiri, tak perlulah lagi hantar anak ke kelas Qur'an. Bukankah lagi elok kalau kita sendiri (sebagai bapa) yang ajar anak-anak ilmu Quran ini?

Target saya, tak lama..mungkin dalam 3-4 bulan sahaja kelas Quran bersama saya ini. Untuk makluman rakan jemaah, saya dah pun mendaftar untuk mengikuti Sarjana Pendidikan TESL pula. Kali ini di UPSI, Tanjung Malim..insya'ALlah pada Julai atau Ogos 2010 akan datang. Wang deposit pun saya dah bayar..Alhamdulillah, isteri sentiasa berikan galakan!! Ramai rakan lama di UPSI dan UPM pujuk agar saya batalkan hasrat mengikuti master (kali kedua), sebaliknya teruskan sahaja ke peringkat phd..Tp saya tak mampu kerana faktor kewangan..dah puas saya cuba ikhtiar untuk dapatkan penaja, tapi hampa..mungkin tak ada rezeki lagi la tu..

Oleh demikian, saya harap sangat-sangat agar saya dapat sumbangkan tenaga dan ilmu ini kepada rakan-rakan jemaah sekalian..lebih-lebih lagi kepada mereka yang amat baik hubungannya dengan saya, yang kerap datang ke surau dan sentiasa tidak takut untuk menyalurkan sebarang berita dan maklumat terkini kepada saya..

TAHNIAH MENTERI BESAR 'HALAM' PERAK

Sejak pagi tadi lagi, saya ternanti-nanti keputusan mahkamah persekutuan dalam menentukan siapakah peneraju kerajaan Perak yang sah. Dan seperti yang saya jangka, si Zambry akhirnya dijulang sebagai MB yang sah, sekali gus menidakkan impian si Nizar untuk merampas kembali kerusi empuk yang pernah didudukinya suatu ketika dahulu.

"Sah tapi haram!"..maka jadilah dia SAHRAM!! Kalungan tahniah buat Zambry Kadir si MB Sahram yang kini boleh lah semakin mendabik dada..Dengan senyum sinis, hatinya akan berkata :"Lihatlah aku..aku kini MB Perak yang sah (tapi tetap HARAM!)"

Buat si Nizar, terimalah keputusan mahkamah persekutuan ini dengan hati terbuka..ianya dah ditakdirkan oleh ALlah SWT. Ada lah hikmah di sebaliknya tu..mungkin Tuhan nak beri yang lebih baik dari itu..manalah kita tahu?

Buat rakan-rakan yang bencikan kezaliman, kejahatan, kronisme dan sebagainya, jomlah kita lakukan persiapan untuk sama-sama berjuang menumbangkannya dan kita gantikan dengan keadilan, agar bumi ALlah amnya dan Malaysia khasnya sentiasa dicurahi limpahan rahmah dan barakah daripadaNya.

Pilihanraya Umum Ke-13..Pastikan kemenangan HAK MILIK kita.. "Wahai Tuhan kami, sekiranya Engkau tidak membantu memenangkan kami, nescaya semakin berleluasalah maksiat di bumiMu ini dan makin bertambahlah pemimpin-pemimpin pemakan rasuah di kalangan kami.."

Tuesday, February 2, 2010

MASA OH MASA..

Salam buat semua rakan,

Blog peribadi saya ini sudah lama tak teraktif..terus-terang, sebenarnya saya dah tak terkejar lagi dengan masa yang dianugerahkan ALlah..Bermula seawal jam 3.30 pagi, saya telah pun dikira sebagai 'masuk ofis' dengan rutin atau kewajipan mengulang ayat/surah hafazan dan menambah yang baru (sekitar 5 ayat sahaja sehari). Seterusnya, saya akan mula 'on'kan laptop untuk menyiapkan beberapa suntingan /editing tesis dan disertesi dari beberapa rakan yang kini sedang bertungkus-lumus berusaha meningkatkan taraf hidup melalui usaha menyambung pelajaran ke peringkat master dan phd.

Disamping itu juga, saya telah diupah oleh seorang penerbit buku untuk menterjemahkan buku-buku dari tulisan Arab ke tulisan Melayu dan alhamdulillah..kini sudah pun memasuki fasa ke 4 daripada 6.

Di sekolah, masa saya bersama anak-anak didik ialah sehingga jam 5.30 petang. Tiba sahaja di rumah, anak bongsu saya dah tak sabar-sabar untuk dibawa meronda dengan motosikal mengelilingi taman..itu pun tak dapat dipenuhi setiap hari..kerana ada masanya, saya terus bergegas ke bilik kerja saya untuk menyiapkan hand-out untuk diedarkan di dalam kuliah maghrib sekejap nanti.

Kelas Al-Qur'an di PASTI Al-Mawaddah yang diadakan antara maghrib dan isyak untuk anak-anak BWP pada setiap malam juga menuntut pengorbanan masa dari saya. Ada kalanya, saya terpaksa batalkan kuliah maghrib di mana-mana surau atau masjid kerana kebetulan pembantu saya, Ustazah Hanif pula diberikan 'cuti rehat' oleh ALlah SWT.

Selepas isyak, saya tidak ada cukup masa untuk berbual-bual dengan rakan dan jiran. Cukuplah dalam 10-15 minit, lepas tu, saya akan ucap selamat malam kepada mereka..mata saya dah tak tertahan lagi..biasanya, jam 9.45 malam, saya sudah pun hanyut dibuai mimpi, meninggalkan anak-anak yang masih lagi bersekang mata menyiapkan kerja sekolah masing-masing..

Setiap kali melayari blog Al-Fadhil Ust Hj. Hishamuddin, timbul juga rasa cemburu..apa tidaknya, blog beliau sentiasa terisi dengan post-post yang baru dan terkini. Macam-macam isu terkini dikupas oleh beliau. Kadang-kadang, tertanya-tanya juga kat dalam hati ini, "Si Hishamuddin ni, amalkan minum power root ke?", sebab rasa saya, masa beliau lagi sempit daripada saya.. Tapi tak apa lah..saya tetap terus berdoa semoga ALlah berikan kekuatan kepada saya dan beliau untuk meneruskan usaha dakwah di bumi Seremban ini.

Buat rakan pengunjung, maafkan saya kerana tidak dapat memasukkan artikel seterusnya di atas sebab-sebab kesuntukan masa yang amat sangat. Insya' ALlah, selesai sahaja tugasan yang diupahkan kepada saya ini, saya akan fokuskan kembali kepada penulisan di dalam blog saya ini.

Terima kasih..

Friday, January 22, 2010

SEGITIGA SYAITAN

Apakah dia 2 segitiga Syaitan ini ?

2 Tempat popular itu ialah Segitiga Bermuda - Bermuda Triangle yang letaknya di antara perairan Florida, Amerika Syarikat - Puerto Rico, Mexico - dan kepulauan Bermuda di lautan Atlantik dan Segitiga Naga - Dragon’s Triangle (atau dikenali juga sebagai Laut Syaitan) yang letaknya diperairan Jepun iaitu di kepulauan Miyake, Lautan Pasifik, 100 km dari Tokyo. Dan segitiga ini berhampiran dengan satu lagi segitiga yang hebat sepertimana Segitiga Bermuda juga iaitu Segitiga Formosa yang berada di kepulauan Formosa, Taiwan. Dan bagi saya, Segitiga Formosa dan Segitiga Naga ini adalah seperti adik-beradik kerana ia amat hampir dan kejadian-kejadian aneh pun berlaku di sana sepertimana Segitiga Bermuda. Maka saya simpulkan bahawa ianya adalah kerajaan Iblis di sebelah timur , di samping Segitiga Bermuda yang mewakili kerajaan utama Iblis di sebelah barat.

Kedua-duanya seperti sudah dirancang dan ada maksud yang tertentu. Cuma dalam firasat saya, yang sebelah barat itu adalah kerajaan yang mengawal sebelah barat Bumi manakala yang sebelah timur itu pula mengawal sebelah timur Bumi. Begitu strategik sekali pemilihan yang dibuat oleh mereka yang terlibat itu.

Kedua-dua tempat ini sangat popular dengan kehilangan kapal, pesawat dan kehilangan-kehilangan misteri lain apabila melalui kawasan tersebut. Tetapi bukan kesemua yang melaluinya akan hilang, tetapi sejarah banyak membuktikan betapa terlalu banyak yang sudah menjadi korban dan akhirnya sepi tanpa berita (missing in action) di kawasan itu.

Mengapa kapal atau pesawat boleh ghaib dengan tiba-tiba di situ?

Ini lah yang menimbulkan tanda-tanya ramai manusia dan pelbagai pendapat telah diutarakan.

1) Ada yang mengatakan kerana medan magnet yang menarik ke dasar laut, kerana tempat itu berada di garisan Agonik (Agonic line), di mana utara magnetik sama dengan utara geografik.

2) Ia juga merupakan tempat pertemuan arus sejuk dan arus panas, yang boleh mewujudkan medan magnet. Juga diakui adanya wap yang naik dari air kawasan tersebut.

3) Ada yang mengatakan kapal-kapal tenggelam kerana adanya gas methana dan terjadinya proses Methane hydrate yang mengurangkan ketumpatan air.

4) Adanya satu kawasan yang diberi nama ‘Blue Hole’, tetapi ia masih diragui kerana Blue Hole tidak mampu untuk menyedut kapal-kapal besar.

5) Terjadinya ribut dan ombak laut yang amat besar menenggelamkan kapal-kapal yang melaluinya.

6) Ada pula pendapat mengatakan mereka diculik oleh makhluk asing yang tinggal di situ.

7) Dan tidak kurang yang mengatakan mereka diculik oleh kerajaan jin dan iblis.

Maka teori sekadar tinggal teori. Tetapi pendapat yang terakhir itu ada banyak relevannya dari segi kerohanian kerana ada banyak sebab. Antaranya;

1) Iblis dan jin telah banyak yang lari ke kawasan lautan dan dasar laut.

2) Syaitan amat suka bermain-main di tempat antara cerah dan gelap, sejuk dan panas.

3) Dajjal telah bersepakat dengan kerajaan Iblis, dan mereka mahu meniru dan melawan istana Nabi Sulaiman dahulu, lalu mereka bina singgahsana kristal di tengah lautan.

Maka timbul pula soalan, mengapa mereka mahu menculik manusia? Maka di situ tidak pastilah apa tujuan mereka. tetapi andaian-andaian boleh dibuat kerana mungkin mereka perlukan tenaga manusia untuk bekerja dengan mereka, mungkin mereka mahu mengkaji tentang tubuh badan manusia, mungkin mereka mahu mengawal manusia yang mereka culik itu dan menjadikannya spy bagi mereka dan macam-macam andaian lagi boleh dibuat kerana penculikan itu ada logiknya berdasarkan kepada banyak faktor.

Dan begitu juga dengan teori-teori yang berkaitan dengan sains tadi, semuanya ada logiknya. Cuma yang mana paling tepat masih menjadi misteri. Bukan sekadar misteri nusantara, tetapi Misteri Antarabangsa! Dan mungkin ia juga ada kaitan dengan misteri tenggelamnya benua Atlantis suatu masa dahulu.

Semua tempat yg merupakan pertemuan dua laut, yakni pertemuan antara aliran air panas dan sejuk, adalah kawasan yang dipilih oleh Iblis dan pembantu2nya sebagai pusat pemerintahan kerajaan dan negaranya. Seperti yg dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw. ketika beliau melarang seseorang untuk duduk di antara tempat yang panas dan yang teduh. Beliau mengatakan, “Itu adalah tempat duduk syaitan”.

Kerajaan-kerajaan jin di atas air

Kita tinggal di atas Bumi yang merupakan 71% adalah permukaan air manakala hanya 28% daratan. Secara terangnya kita hanya menghuni hanya 1/3 dari kawasan Bumi (walaupun kita tidak menghuni secara padat). Iblis dan jin pula telah Allah ciptakan beribu-ribu tahun terlebih dahulu dari Allah mencipta Nabi Adam a.s sebagai khalifah di muka bumi ini. Menunjukkan betapa mereka sudah tersangat maju dalam sains dan teknologi sehinggakan tempat tinggal mereka berada di mana-mana termasuk di atas air.

Maka tidak hairanlah apabila kita melihat sekarang ada manusia pun yang dapat berjalan atas air, walaupun dia bukannya seorang Islam yang warak. Tidak lain dan tidak bukan semua itu adalah dengan bantuan para jin.

Apa kesukaan jin dan kesukaan manusia?

Dan makhluk-makhluk halus yang terdiri dari unsur-unsur api, zarah-zarah mereka terdiri dari caj-caj elektrik, amat suka kepada tempat pertemuan antara panas dan sejuk. Maka Segitiga Bermuda dan Segitiga Formosa adalah antara tempat pertemuan arus panas dan sejuk yang terbaik di dunia kerana ia terletak strategik di tengah garisan khatulistiwa Bumi. Dan tidak lupa jin-jin juga suka makan asap, kerana asap juga berasal dari unsur api. Seperti mana kita manusia yang sukakan minuman segar, makanan yang hangat, buah-buahan segar dan menghirup oksigen dan udara segar kerana kita ini terdiri dari 4 unsur iaitu air, api, tanah dan angin. Air pasangannya api manakala tanah pasangannya angin.

Kesimpulan

Misteri 2 segitiga syaitan ini menghubung-kaitkan pula kepada beberapa misteri segitiga lain termasuklah :

1)piramid yang berbentuk segitiga,

2)lambang syaitan dan kerajaan Israel yang berbentuk dua segitiga tonggang-terbalik dan gabungan segitiga-segitiga,

3)konsep Trinity (3 dalam 1) di dalam agama kristian ,

4)lambang-lambang segitiga yang banyak terdapat di serata dunia ,

5)segitiga-segitiga emas (kawasan dadah),

6)misteri UFO dan sebagainya.

Dan hendaklah kita ingat, bukan hanya manusia yang mempunyai kerajaan di dunia ini, tetapi ada lagi makhluk lain yang berkerajaan termasuklah kerajaan jin dan iblis laknatullah.

InsyaAllah, bicara tentang pengetahuan bersangkutan hal ini akan disinambungkan dari semasa ke semasa. Segala komen adalah dialu-alukan untuk mengutarakan pendapat-pendapat anda.

Wallahu a’lam

Rujukan :

1)Dialog dengan jin muslim - Muhammad Isa Dawud.

2)Wikipedia